Teknologi Pendidikan

Belajar tentang mata kuliah E-Learning di jurusan teknologi pendidikan, di sini : study-elearning.blogspot.com

Online Learning

Belajar di dunia maya lebih banyak koneksi ke berbagai sisi kehidupan, Study-elearning.blogspot.com..

Tak Ada Batasan Waktu

Belajar apa saja, dimana saja, dan kapan pun, di Study-elearning.blogspot.com.

Ayo Gapai Mimpi

Gapai mimpi dengan cara kita sendiri , study-elearning.blogspot.com

Minggu, 15 Mei 2011

CT in Education" adalah kependekan dari Information Communication Technologies yang digunakan dalam dunia pendidikan.

ICT memang telah membuat banyak perubahan di dunia ini khususnya dalam bidang pendidikan. Ayo kita lihat lebih jauh mengenai keterbatasan dan kelebihan dari pemanfaatan ICT dalam pembelajaran pada alinea-alinea berikut :
CT in Education" adalah kependekan dari Information Communication Technologies yang digunakan dalam dunia pendidikan.

 Alat pendidikan ICT dapat dibagi menjadi 3 kategori, Sumber daya input, Sumber Daya Output dan lainnya
 Lihat Grafik Berikut ini:

Penelitian di dunia telah menunjukkan bahwa ICT dapat memimpin dalam perbaikan metode belajar para pelajar serta menghasilkan metode pengajaran yang lebih baik.Sebuah laporan yang di tulis oleh National Institute of Multimedia Education di Jepang, membuktikan bahwa peningkatan daya serap para pelajar dengan menggunakan teknologi ICT melalui integrasi kurikulum secara signifikan menghasilkan dampak yang positif, terutama dalam bidang pengetahuan, Pemahaman, Ketrampilan Praktis, Ketrampilan presentasi dalam berbagai subyek pendidikan seperti matematika, ilmu pengetahuan, dan pelajaran sosial .
Akan tetapi, anda dapat melihat bahwa banyak solusi teknologi pendidikan yang tersedia di dunia dapat mengakibatkan kebingungan di antara para pengajar mengenai bagaimana untuk memilih solusi teknologi ICT yang tepat. Mari kita melihat kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan dari alat-alat ICT untuk dunia pendidikan dan menemukan solusi pendidikan ICT yang cocok untuk kebutuhan-kebutuhan sekolah.
 
3 Kelebihan utama dari alat-alat ICT untuk pendidikan.
Nah ini adalah beberapa dari banyaknya kelebihan yang ada pada penggunaan ICT antara lain:
 






1‧
Melalui ICT, gambar-gambar dapat lebih mudah digunakan dalam proses mengajar dan memperbaiki daya ingat dari para murid.
2‧
Melalui ICT, para pengajar dapat dengan mudah menjelaskan instruksi-instruksi yang rumit dan memastikan pemahaman dari para murid.
3‧
Melalui ICT, para pengajar dapat membuat kelas interaktif dan membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan, yang dapat memperbaiki tingkat kehadiran dan juga konsentrasi dari para siswa





 
3 Kekurangan utama dari ICT untuk pendidikan
Selain memiliki manfaat ICT juga memiliki kekurangan dalam pemakaianya, kekurangan tersebut antara lain :





1‧
Permasalahan dalam pengaturan dan pengoperasian dari alat tersebut
2‧
Terlalu mahal untuk dimiliki
3‧
Kesulitan untuk para pengajar dengan pengalaman yang sangat minim dalam penggunaan alat ICT


 Itulah sedikit pengetahuan menganai ICT yang merupakan hasil dari perkembangan teknologi. Diimanfaatkan oleh manusia diberbagai aspek bidang khususnya pendidikan yang selama ini kita lakukan baik dilingkungan sekolah maupun di rumah atau dimasyarakat.
Sumber : http://www.elmoglobal.com/id/html/ict/01.aspx
 

Rabu, 11 Mei 2011

Perangko Efektif Sebagai Media Edukasi


 JAKARTA, (Tubas) – (sumber : http://www.tubasmedia.com/berita/perangko-efektif-sebagai-media-edukasi/)
Jika anda selama ini hanya mengenal fungsi prangko sebagai alat untuk mengirim surat atau untuk sekedar koleksi semata karena kebetulan anda seorang filateli (orang yang gemar mengoleksi beraneka macam perangko) barangkali anda patut bergembira.
Ternyata perangko yang normatif berukuran kecil itu bisa dijadikan sebagai sarana untuk media pembelajaran. Tidak hanya satu bidang studi saja, melainkan beberapa cakupan bidang studi pun bisa terepresentasi lewat media pembelajaran prangko.
lihat lebih lanjut mengenai pemanfaatan perangko dalam pembelajaran : di alamat http://www.tubasmedia.com/berita/perangko-efektif-sebagai-media-edukasi/

Wah-wah.... apapun bendanya dan seberapa penting manfaat suatu benda dapat kita jadikan sebagai media pembelajaran dalam pendidikan. selama benda tersebut disentuh dan dilihat serta digarap oleh pembimbing-pembimbing yang kreatif, inovatif dan aktif serta semangat....

Sabtu, 07 Mei 2011

PEMANFAATAN BLOG DALAM MENINGKATKAN BUDAYA MENULIS DAN MEMBACA SISWA


Pingin share mengenai :
PEMANFAATAN BLOG DALAM MENINGKATKAN BUDAYA MENULIS DAN MEMBACA SISWA


Belajar merupakan hal yang sangat wajar, dilakukan oleh setiap orang dalam rangka untuk menjadikan dirinya sebagai manusia yang lebih bermanfaat dan lebih baik untuk kedepanya. Bagaimana dengan budaya membaca dan menulis yang seharusnya terus berkembang sehingga pengetahuan pun dapat berkembang serta maju dalam berfikir kritis. Pada kenyataanya belajar memang selalu dilalui oleh banyak orang . Namun dalam prakteknya mereka kurang memahami apa yang sedang mereka kerjakan sebenarnya. Dimana apa yang mereka cari tidak diimbangi dengan rasa ingin tahu dan kemampuan yang mereka mantapkan. Dasar dari mereka belajar adalah mereka bisa membaca dan menuangkan apa yang ada dalam fikiranya kedalam bentuk tulisan yang nantinya dapat menjadi sebuah karya. Namun untuk saat ini budaya membaca dan menulis sangatlah rendah baik dikalangan remaja maupun dewasa. Dan kenapa itu bisa terjadi?
Pergaulan saat ini memang terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi, tapi tidak hanya pergaulan saja yang diberikan dampak oleh teknologi. Pengetahuan, cara berfikir dan belajar pun turut berubah sesuai dengan perkembangan teknologi. Dan ingatlah satu kalimat mutiara ini “mambaca adalah jendela wawasan” dan “buku adalah gudang pengetahuan”. Mengapa teknologi itu terus berkembang, dan siapa yang telah menciptakan teknologi-teknologi canggih di dunia ini, mereka adalah orang-orang yang selalu ingin tahu dan membaca serta menuangkan ide-idenya sehingga apa yang mereka lakukan terus berkembang dan berubah dari apa yang mereka ketahui dan menjadi berkembang pengetahuan mereka setelah membaca. Jadi tidak ada alasan yang penting mengapa seseorang tidak membaca ataupun tidak menulis apa yang ada dalam pikiranya.
Beberapa faktor dapat diketahui mengapa budaya membaca dan menulis amatlah memprihatinkan, diantaranya memang sudah jelas rendahnya tingkat membaca dan menulis karena kemalasan orang itu sendiri, mereka sudah bosan membaca buku-buku pelajaran yang biasanya sering disajikan dikelas, tulisan-tulisan yang mereka anggap membosankan sehingga mereka lebih tertarik untuk bermain-main,  adanya ketidaktertarikan terhadap apa yang mereka baca, mereka lebih suka membaca sms, novel, komik, facebook, dsb. Hal-hal tersebut dapat menjadi penghambat perkembangan dan gerak siswa dalam berfikir karena telah dimanjakan oleh teknologi yang terus berkembang. Namun kita bisa merubahnya jika kita jadikan mereka sebagai subjek dalam perkembangan teknologi dan pengetahuan dengan mengembangkan minat baca dan menulis mereka serta memanfaatkan lebih jauh teknologi yang ada sebagai contoh yaitu fasilitas internet berupa blog, yang akan memberi rangsangan positif bagi siswa agar minat baca dan menulis mereka dapat berkembang. Dimana blog didefinisikan:
Blog menurut Labibah Zain, Pendiri Blogger Family dalam tulisan berjudul Potret Pergaulan Era Global yang dimuat di Harian Kompas tanggal 2 Mei 2005: WEB dan log (weblog) adalah media di mana pemiliknya menuliskan catatan pengalaman pribadi, opini berupa tulisan maupun gambar yang bisa terus diperbarui dan diakses melalui internet. Pemilik weblog-disebut weblogger-bebas mencurahkan pemikiran baik berupa tulisan maupun gambar di situ, melengkapi dengan desain yang diingini dan melengkapinya dengan fasilitas yang memungkinkan terjadinya interaksi antara pemilik dan pengunjung weblog-nya http://pembelajar.info/
            Pemanfaatan media blog sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan budaya membaca dan menulis siswa. Dimana seharusnya telah diketahui oleh para guru bahwa aplikasi web seperti blog merupakan media yang menarik bagi siswa, sehingga media terebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengembangkan minat baca dan menulis siswa. Telah kita ketahui bahwa kompetensi TIK dalam SMP dan SMA/SMK telah diterapkan dalam kurikulum sehingga siswa telah mengetahui bagaimana penggunaan internet dalam mencari informasi. Dan dalam pembuatanya, blog pun sangat mudah sehingga guru bisa memanfaatkanya. Dalam pembelajaran, guru pun dapat menggunakan blog sebagai media dalam penyajian materi, menugaskan siswa untuk menulis apa yang ada dalam pikiran mereka, ataupun memberi tugas untuk mencari infosmasi diblog yang telah ditentukan. Dan dalam penggunaanya siswa pun dapat memfariasikan apa yang ingin mereka cari melalui informasi yang dapat diperoleh dari internet, sehingga guru hanya perlu menyampaikan dasar-dasar yang perlu diketahui siswa dalam penggunaan blog.
            Dengan melihat karya-karya tulisan yang baik, unik, menarik dan indah dalam blog, siswa akan terangsang untuk membacanya dan tidak terlalu bosan. Dengan ketertarikan mereka, maka mereka akan membacanya walau hanya sedikit, itu akan meningkatkan daya baca siswa dan rasa ingin tahu dapat muncul sehingga ide-ide mereka dapat dituangkan melalui tulisan dalam blog pula.
Media blog yang menarik karena konten-konten dapat dimasukan didalamnya, memberi ketertarikan dan kepuasan sendiri terhadap penulis blok dan pembacanya pula. Dengan berbagai konten menarik yang dapat dipilih dan komentar-komentar yang dapat diberikan serta adanya publikasi terhadap blog yang diterbitkan, sehingga blog lebih mengaktifkan siswa dalam menulis dan membaca serta berperan sebagai pencipta dari naskah-naskah serta kreativitas dalam menulis dan mendesain didalam blog.
Keterlibatan siswa langsung dalam penggunaan blok dapat meningkatkan pengetahuanya, mengetahui perkembangan dan perubahan pengetahuan dan teknologi. Pemanfaatan blog dalam pembelajaran dapat membantu guru baik dalam interaksi aktif melalui komentar-komentar serta meningkatkan kreativitas menulis siswa. Namun dalam penggunaanya peranan guru sangat penting dalam membimbing siswanya, karena kemampuan teknologi yang tinggi memungkinkan siswa untuk melakukan hal-hal yang mungkin tak sesuai dengan apa yang menjadi tujuan pembelajaran. Jadi peranan guru sangat penting dalam mengontrol dan membimbing perkembangan belajar siswa pada penggunaan blok dalam pembelajaran.

by -elsa sugiearti^^

PEMBELAJARAN MODEL ASSURE


PEMBELAJARAN MODEL ASSURE

Untuk apa si pembelajaran model ASSURE?
Bagaimana si pembelajaran model ASSURE ?

Belajar sedikit yuk mengenai ASSURE model….
ASSURE model merupakan salah satu cara yang dapat digunakan guru sebelum pembelajaran itu dilakukan, sehingga nantinya pembelajaran dapat berjalan dengan efektif, maksimal dan tepat. jadi ASSURE model memberikan kemudahan atau cara untuk membantu guru dalam mempersiapkan pembelajaranya agar menjadi lebih terarah dan menuju pada sasaran yang tepat dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Model ASSURE ini merupakan perencanaan yang dilakukan guru dalam :
A nalyze Learner (menganalisis pebelajar/siswa)
            Terdiri dari :
   a. analisis karakteristik umum (menganalisis karakter umum dari pebelajar, seperti gen,tingkat level pada umumnya dari materi yang akan dipelajari, umur,dst)
   b. analisis kemampuan awal siswa (menganalisis kemampuan awal siswa sebelum belajar, sehingga semua aspek kemampuan dapat terjangkau dan dikembangkan)
   c. analisis gaya belajar siswa (menganalisis gaya belajar apa yang digunakan siswa, auditif atau visual atau kinestetik. Sehingga nantinya dapat disesuaikan dengan strategi yang akan digunakan)
S tate Standards and Objectives (menentukan tujuan)
Setelah menganalisis siswa, kemudian guru menentukan tujuan atau object yang akan dicapai dalam proses pembelajaran. Dalam penentuan tujuan pembelajaran harus memenuhi ABCD (Audience (siswa), Behaviour (kemampuan apa yang akan diperoleh setelah pembelajaran), Condition (kondisi seperti apa yang diinginkan, bagaimana B muncul yang diisyaratkan dengan tujuan), Degree (criteria untuk melihat B, dengan syarat))
S elecs Strategies, Technology, media and materials (memilih strategi, teknologi, media dan material (TMM))
            Setelah menentukan tujuan pembelajaran yang jelas, sekarang guru harus menentukan strategi, teknologi , media dan material (TMM) yang cocok digunakan siswa dalam pembelajaran dengan melihat analisis learner yang telah ditentukan tadi serta sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Sehingga terdapat kesesuaian antara apa yang akan dicapai terhadap kenyataan yang ada, sehingga dalam pembelajaran nantinyacocok dan tepat.
U tilize technology, media and materials (menggunakan teknologi, media dan material)
            Bagian selanjutnya adalah menggunakan teknologi, media dan material. Guru memanfaatkan dan menggunakan teknologi,media dan material yang telah ditentukan tadi, dimana penggunaan teknologi tersebut sesuai dengan strategi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.  Dalam melakukanya dapat dilakukan dengan mengikuti tahap 5P : Preview TMM (menampilkan/menunjukan TMM), prepare TMM (mempersiapkan TMM), prepare the environtment (mempersiapkan lingkungan), prepare the learner (mempersiapkan siswa), provide the learning experience (menyediakan pengalaman belajar).
R equaire learner participation (memerlukan partisipasi siswa)
            Dalam proses pembelajaran diperlukan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran sehingga mereka dapat membentuk dan membangun sendiri pengetahuan mereka dan memperoleh pengalaman belajar langsung. Untuk menuju pada pembelajaran yang efektif seharusnya siswa terlibat aktif dalam pembelajaran baik dalam berfikir maupun secara mental dalam prakteknya. Sehingga diperoleh respon atau umpan balik  serta kemampuan yang cakap pada siswa. Seperti penggunaan computer, internet, ataupun dalam diskusi
Evaluate and revise (evaluasi dan perbaikan)
            Setelah pembelajaran dilakukan, maka perlu adanya evaluasi dan perbaikan, tidak hanya untuk evaluasi terhadap siswa dalam pencapaian tujuan dari pembelajaran, tetapi jugu evaluasi dan perbaikan terhadap strategi, teknologi , media dan material yang telah digunakan selama pembelajaran. Apakah hal-hal tersebut telah benar-benar efektif untuk digunakan atau perlu diadakan perbaikan terhadap strategi, teknologi, media, dan material yang digunakan karena tidak tercapainya tujuan yang ditargetkan.
Contoh dari penerapan model ASSURE dapat kita pelajari di alamat saia yang kedua yaitu : http://ellsaquers008.blogspot.com/2011/05/contoh-assure-model.html

Sumber : Smaldino, Sharon E.

PRINSIP VISUAL


PRINSIP VISUAL

Apa saja si yang akan kita pelajari secara singkat mengenai prinsip visual?
Apakah ada hubunganya dalam persiapan penggunaan media atau merancang media pembelajaran?
Disini kita akan mempelajari bersama mengenai visual literacy atau melek gambar, peran visual dalam pembelajaran, dan type serta desain visual .
1.      Visual literacy (melek gambar)
Media gambar merupakan salah satu media yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menunjukan suatu meksud yang terkandung dalam gambar tersebut. dari prinsip visual ini kita diharapkan dapat dan mampu membaca atau menangkap maksud dari suatu kode atau sandi dan dapat membuat atau menulis gambar dengan baik dan jelas. Terdapat dua pendekatan utama dalam prinsip visual yaitu :
a. Input strategi ( memecahkan kode atau membaca pesan visual secara mahir dengan mempraktekan analisis visual). 
b. Output strategi(mengkode ulang atau menulis visual untuk mengekspresikan diri dan berkomunikasi dengan orang lain)
Untuk contoh analisis visual berupa poster dapat diakses di blog berikut  : http://ellsaquers008.blogspot.com/2011/05/analysis-visual-poster.html
             Peran visual dalam pembelajaran :
      a. Mengkonkritkan sebuah ide
M   b.Membuat ide yang abstrak menjadi konkrit
c.       c. Member motivasi
d.      d. Member perhatian langsung
e.       e. Mengulang informasi
       f.  Memunculkan kembali pengetahuan yang telah terbentuk sebelumnya.
2.      Type visual : Realistic (dari gambar nyata ke gambar tidak nyata)), Analogical (digunakan dalam menganalogikan hal-hal yang sulit dilihat dengan gambar yang sama untuk mewakili pesan yang ingin disampaikan ),Organizational (gambar ditunjukan dengan susunan yang kualitatif diantara variasi tiap element, dimana grafik organizational ini menunjukan hubunagn antar point dalam element ), Relational (gambar yang mengkomunikasikan tentang jumlah, misalnya grafik pertumbuhan, atau diagram ), Transformational (gambar yang menunjukan suatu proses yang bergerak yang ditunjukan dengan anak panah), dan Interpretive (hampir sama dengan transformational yaitu berupa proses, namun lebih pada symbol-simbol abstrak)
3.      Desain visual : dalam mendaesain gambar terlebih dahulu kita menentukan product apa yang akan dibuat dan elemen teks yang akan kita gunakan. Kita sudah siap terhadap topic dan menentukan objek yang mungkin digambarkan sesuai dengan perencanaan. Terdapat dua aspek visual desain, jika sesuatu yang kita desain sama luas dengan bulletin atau sama kecil seperti pada layar computer. Aspek tersebut yaitu elemen visual  (foto, gambar,charts, dan grafik) dan elemen teks.
a.       Element Visual : terdiri dari arrangement, balance, color, legibility (keterbacaan), dan appeal (daya tarik). Jadi untuk pembuatan suatu gambar visual perlu diperhatikan dan dipertimbangkan ke lima hal tersebut.
·         Arrangement meliputi alignment (posisi atau susunan gambar dalam hubunganya dengan content yang lain), shape, rule of third,proximity, directionals, figure-ground contrast, dan konsentrasi.
·         Balance, adanya keseimbangan antar gambar visual atau content yang ditampilkan, misalnya jika terdapat empat objek dalam gambar maka ditempatkan pada masing-masing tembpat yang seimbang, sehingga gambar tidak terlihat banyak hanya disatu sisi, atau pemilihan bentuk yang sama misalnya segi tiga maka segitiga semua. Gambar :
·         Color, ketika memilih warna untuk gambar visual diperlukan ketelitian dalam memilih warna untuk memberi kesan yang harmonis. Pemakaian warna memberi pemahaman terhadap hubungan diantara masing-masing warna dalam conten. Kombinasi warna memberi keindahan dalam pemakaianya selama pemakaianya cocok. Dalam pemakaianya, warna disesuaikan terhadap fungsi warna tersebut didalam objek apakah untuk background atau untuk subjek sehingga diperlukan pengaturan warna yang jelas seperti warna background yang harus contrast dengan subjek pada gambar.
Pett and Wilson (1996), alasan menggunakan warna dalam bahan pembelajaran :
a.       Untuk menambah reality / fakta atau conkrit
b.      Untuk menggambarkan antara eleman dari visual
c.       Untuk memberi perhatian yang focus
d.      To code and link logically related elements
e.       Memberi perhatian yang menarik dan untuk menunjukan respon emosi
·         Legibility (keterbacaan), dimana dalam membuat gambar visual perlu diperhatikan keterbacaan contend an element. Apakah apa yang kita buat telah mampu terpahami oleh pembaca atau belum, dan bagaimana tingkat keterbacaan dari conten an element bias kita praktekan dengan menempatkan conten pada tempat tertentu dan kita menjauh untuk mencoba melihatnya apakah conten tersebut dapat dibaca dengan jelas dan mampu ditangkap pembaca. Tingkat keterbacaan dapat ditingkatkan dengan menambah ukuran huruf atau mengganti style, dan contrast diantara objek dan visual.
·         Appeal (daya tarik), adanya inovasi dari apa yang kita buat sehingga menimbulkan daya tarik yang mengesankan sehingga pembaca terangsang untuk melihatnya. Seperti pemberian efek atau gambar yang menarik atau sesuatu yang mereka anggap susah terlihat menjadi mudah dengan pemberian ide-ide kreativ pada misalnya untuk masalah matematika untuk anak-anak sehingga menarik perhatian pembaca.
b.       Elemen Teks , dalam pembuatan gambar visual misalnya presentasi, maka perlu ditentukan jenis font mana yang jelas misalnya style times new roman dan pada ukuran berapa huruf tersebut mampu dibaca siswa sampai pada tempat duduk yang paling belakang. 
Untuk contoh dari gambar type visual, element visual dan teks dapat kita lihat di alamat ini : http://ellsaquers008.blogspot.com/2011/05/contoh-contoh-gambar-type-visual-dan.html


Sumber : Smaldino, Sharon E.


STRATEGI PEMBELAJARAN


STRATEGI PEMBELAJARAN
Sebelum kita mengetahui dan belajar sedikit mengenai berbagai strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran terlebih dahulu kita lihat definisi dari strategi itu sendiri, yaitu :
Menurut Kemp (Wina Senjaya 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar kegiatan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dan dengan mengutip pemikiran J.R David, wina senjaya mengatakan bahwa didalam strategi pembelajaran mengandung makna perencanaan (http://www.psb-psma.org/content/blog).
Sebagai seorang guru perlu menentukan cara untuk menempatkan siswa agar mereka dapat membangun dan memahami dunia yang ada disekitar mereka. Guru harus merencanakan dan memanage setting pembelajaran untuk manjamin siswa dapat memperoleh perubahan atau pembentukan pengetahuan dan sukses (Kuhn dan Udel,2011).
Guru member pengaruh yang signifikan terhadap siswanya. Strategi pembelajaran dipilih guru yang memberi pengaruh terhadap outcome dari siswa.oleh karena itu guru perlu selettif dalam pemilihan strategi. Strategi yang dipilih guru seharusnya member dampak lebih baik terhdap pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Terdapat beberapa strategi pembelajaran yang dapat kita gunakan dalam pembelajaran anatara lain : presentasi, demonstrasi, drill and practice,tutorial, diskusi, cooperative learning, games, simulasi, discovery dan problem solving. Dari beberapa strategi tersebut beberapa diantaranya ada yang berbasis teacer-centered (TC) dan student centered (SC). Strategi yang berbasis TC yaitu presentasi, demonstrasi, drill and practice, dan tutorial. Sedangkan strategi yang berbasis SC yaitu diskusi, cooperative learning, games, simulasi, dan problem solving.
Untuk belajar lebih jauh mengenai pengertian, keuntungan dari masing-masing strategi dan penerapanya dapat diakses melalui : http://ellsaquers008.blogspot.com/2011/05/pengertian-strategi-pembelajaran-dan.html

KOMPUTER DAN MEDIA PEMBELAJARAN


Ada beberapa sub bahasan singkat yang akan kita pelajari bersama untuk lebih memahami apa yang akan kita lakukan selanjutnya setelah kita memahami teori dari apa yang akan kita terapkan nantinya, yaitu sebagai berikut :
A.     Teknologi dan media dalam memfasilitasi kegiatan belajar
Apakah pengertian dari teknologi ataupun media?
Dapat kita ketahui bahwa teknologi terdiri dari hardware (perangkat keras/bendanya) dan software (perangkat lunak). Misalnya : CD (compact disk), CD itu hardwarenya dan isinya itu softwarenya. Untuk media, media merupakan teknologi ataupun alat peraga atau benda-benda lainya yang dapat membantu mempaermudah kegiatan pembelajaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa teknologi merupakan bagian dari media.
1.      Definisi Media
Media berasal dari bahasa latin “Medium”, yang artinya tengah, perantara atau pengantar . terdapat beberapa definisi media menurut beberapa ahli antara lain :
Menurut Rossi dan Braidle (1966), Media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan, misal, radio, televisi, koran dll.
Gagne dan Briggs (1970) : media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
AECT (Association of Education and Communication Technology (1977) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi.
Molenda (2005) mengartikan media sebagai informasi dan sumber dari suatu informasi
Gerlach dan Ely (1980) secara umum media itu meliputi orang, bahan, peralatan atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap .
Dari beberapa definisi tersebut, dimana setiap pendapat dari masing-masing ahli menekankan pada satu maksud, dapat diambil kesimpulan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat dijadikan sebagai perantara atau pengirim pesan dari sumber kepada penerima, untuk dapat mempermudah kegiatan pembelajaran sehingga siswa dapat lebih terangsang dan termotivasi untuk menerima dan membentuk pengetahuan.
Untuk klasifikasi media dan pentingnya media dapat diakses di : http://ellsaquers008.blogspot.com/2011/05/klasifikasi-media.html


Media  sebagai perantara ataupun pengirim informasi dari sumber ke penerima, memiliki enam basic ketegori media yaitu teks, audio, visual, video, manipulatives (objek), dan orang. Tujuan dari media adalah untuk memfasilitasi kegiatan belajar dan komunikasi.
Mari kita melihat lebih rinci terhadap keenam kategori tersebut:
- Teks biasanya ditampilkan dalam format buku, poster, computer screen dan lain sebagainya.
-Audio yaiitu semua yang dapat didengar, seperti orang, suara, music dsb.audio tersebut mungkin  dapat langsung kita dengar ataupun berupa rekaman.
-Visul yang biasanya digunakan untuk mempromosikan atau memperkenalkan pembelajaran. Misalnya poster, gambar dipapan, foto, grafik, kartun ,dsb.
-Video dapat media yang memunculkan berupa gerakan-gerakan animasi atau show motion, seperti DVD, videotape, animasi computer, dsb.
-Manipulative merupakan dimensi, dimana dapat disentuh dan dipegang oleh sisiwa.
-Orang dapat berupa guru, teman atau subjek lainya. Orang member kritik untuk belajar. Siswa belajar drai guru, teman lain ataupun orang dewasa.
                    Format Media
            Dari enam basic kategori media tadi maka dapat dimasukan beberapa type atau format media yang digunakan. Format media antara lain: sebagai contoh, markerboard (sebagai visual dan teks), powerpoint (teks-visual), CD (voice-musik), DVD (video), dan multimedia computer (audio-teks-video)
                   Peran teknologi dan media dalam pembelajaran
           Teknologi dan media dapat memiliki beberapa peran dalam pembelajaran. Ketika pembelajaran berbentuk teacher-centered (berpusat pd guru), teknologi dan medi digunakan untuk mendukung presentasi dalam pengajaran. Dan disisi lain, student-centered (berpusat pada siswa), siswa sebagai pengguna pokok teknologi dan media.
                  Pengaturan/Setting pembelajaran
            Kegiatan belajar dapat kita lakukan kapanpun dan dimanapun selama kita masih memiliki kemauan untuk belajar. Terdapat du setting pembelajaran yang kita kenal sekarang yaitu synchronous  dan asynchronous. Pembelajaran dpaat berupa synchronous atau asynchronous, untuk pembelajaran synchronous, siswa harus berada langsung ditempat kejadian belajar dan pada waktu yang sama, contohnya dipresentasi kelas, atau live pemutaran video. Terdapat dua type pembelajaran synchronous: live, face-to face (tatap muka) dan pembelajaran jarak jauh (diwaktu yang sama dan ditempat yang berbeda. Untuk asynchronous, misalnya ketika sebuah televise direkam dan kemudian ditampilkan rekamanya, itu dapat dikatakan pembelajaran asynchronous.
           Dalam hal penggunaan media dalam pembelajaran memiliki peranan penting dalam penempatan dan penggunaanya. Sehingga dibutuhksn prinsip-prinsip yang tepat dalam penggunaan, pemilihan dan pengembangan dari media tersebut. untuk lebih mengetahuinya, hal tersebut dapat di akses ke alamat berikut : http://sumberdanmediapembelajaran.blogspot.com/2010/08/prinsip-prinsp-dan-pemilihan-media.html 

Sumber : Smaldino, Sharon E

s